Kamis, 26 April 2018

Rare Earth Elements, Senjata Masa Depan Industri Berteknologi Tinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia

Logam Tanah Jarang (Rare Earth Elements/Rare Earth Minerals) merupakan suatu kelompok yang terdiri dari 17 unsur kimia yang bersama-sama terdapat didalam sebuah sistem periodik. Kelompok ini terdiri dari yttrium serta 15 elemen lantanida (lanthanum, cerium, praseodymium, neodymium, promethium, samarium, europium, gadolinium, terbium, dysprosium, holmium, erbium, thulium, ytterbium, dan lutetium. Logam Tanah Jarang diklasifikasikan menjadi dua kategori yakni, Logm Tanah Jarang Berat (Heavy Rare Earths) dan Logam Tanah Jarang Ringan (Light Rare Earths). Didalam kegunaannya, REE memiliki peranan yang penting dalam bertumbuhnya „Teknologi Tinggi‟ di dunia.
 
Di dalam negeri, LTJ sebagai komoditas pertambangan sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP) nomor 23 tahun 2010 yaitu digolongkan sebagai bagian dari jenis mineral logam yang keseluruhannya 58 jenis. Walaupun saat ini belum ada Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diterbitkan khusus untuk LTJ. Namun dalam bentuk ineral monasit ((Ce, La, Pr, Nd, Th)PO4) dan xenotim (YPO4) banyak diperdagangkan secara tidak resmi. Dalam PP nomor 1 tahun 2004 dan dalam Peraturan Menteri nomor 1 tahun 2004, LTJ sebagau produk mineral yang harus diolah atau dimurnikan di dalam negeri, akan tetapi produk LTJ ini diperoleh berupa produk sampingan timah (Sn).

Menilik fakta yang telah dijabarkan di atas, Indonesia sejatinya memiliki potensi besar untuk membangun perindustrian dengan teknologi canggih. Tak menutup kemungkinan juga bahwa di masa yang akan datang, Indonesia bias menjadi penekspor LTJ bukan lagi pengimpor LTJ. Indonesia yang saat ini menjadi pengguna nomor satu akan produk-produk elektronik negara lain, bertahap dan pasti akan menjadi memiliki produk elektronik dalam negeri yang sanggup dan mampu bersaing di kancah internasional. Baca lebih lanjut

Diajukan untuk Mengikuti Kompetisi

NATIONAL ESSAY COMPETITION
PEKAN TEKNOLOGI MINERAL
BALAI PENELITIAN TEKNOLOGI MINERAL- LIPI
2017

oleh : Indri Patresia (Biologi/2015/ UNIVERSITAS NEGERI MEDAN)

0 komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer