Kamis, 26 April 2018

Penerapan Teknologi Mikrotremor dan Refraction Microtremor (ReMi) Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Geologi

Untuk mengurangi dampak kerusakan bangunan akibat pergerakan tanah pada suatu daerah rawan gempa maka pemetaan ketebalan sedimen pada daerah tersebut sangat diperlukan. Peta ini tidak hanya bermanfaat dalam menentukan potensi dari tingkat kerusakan bangunan akibat pergerakan tanah namun juga dapat dijadikan sebuah dasar dalam melakukan tata ruang wilayah dan kota yang berbasis kepada mitigasi bencana geologi. Penyelidikan geofisika menggunakan kombinasi metoda mikrotremor dan Refraction Microtremor (ReMi) merupakan salah satu cara yang efektif dan efisien dalam memetakan ketebalan sedimen pada suatu daerah rawan gempa termasuk pada kota atau wilayah di Indonesia yang terletak di zona rawan gempa baik gempa tektonik maupun vulkanik. Salah satu metode geofisika yang dapat digunakan dalam pembuatan peta mikrozonasi seismik adalah metode mikrotremor. Mikrotremor merupakan getaran pada tanah yang terjadi terus menerus, memiliki kekuatan yang kecil dan bersumber dari berbagai macam getaran seperti, angin, aktivitas manusia, ataupun proses bawah tanah (Kanai, 1983). Mikrotremor dapat juga diartikan sebagai getaran harmonik alami tanah yang terjadi secara terus menerus, terjebak pada lapisan sedimen permukaan, terpantulkan oleh adanya bidang batas lapisan dengan frekuensi yang tetap, disebabkan oleh getaran mikro di bawah permukaaan tanah dan kegiatan alam lainnya. Baca lebih lanjut.

Diajukan untuk Mengikuti Kompetisi

NATIONAL ESSAY COMPETITION
PEKAN TEKNOLOGI MINERAL
BALAI PENELITIAN TEKNOLOGI MINERAL- LIPI
2017

oleh : Arie Satria  (Teknik Geofisika/2014/ UNIVERSITAS JAMBI)

0 komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer