Kamis, 26 April 2018

Pemanfaatan Bakteri Pseudomonas sp dan Bacillus sp. dengan Teknologi Hydroseeding dalam Upaya Reklamasi Lahan Pasca Tambang Emas Mengandung Merkuri Kabupaten Bombana

Teknologi hydroseeding merupakan proses alternatif dari penyebaran benih kering pada skala besar yang dapat mendukung percepatan perkecambahan benih karena hydroseeding memberikan perlindungan maksimum yang dibutuhkan benih. Hydroseeding menyebabkan dua kali lipat mikroba karbon biomassa (MBC) pada tanah tambang coklat (8,7 vs 17,5 mg/kg). Hydroseeding juga meningkatkan rasio MBC terhadap tanah organik C di kedua tanah dan lebih dari tiga kali lipat rasio untuk nitrogen mineralizable berpotensi (PMN) untuk total tanah tambang N. Brown adalah pertumbuhan yang lebih baik Sedang dari tanah gambut abu-abu dan hydroseeding merupakan komponen penting reklamasi karena membaik sifat biokimia dan aktivitas mikroba di tanah tambang.

Beberapa bakteri aerobik dan fakultatif mengkatalisasi proses reduksi Hg(II) menjadi Hg(0) seperti Bacillus sp. dan Pseudomonas sp..hal ini karena mempunyai operan gen mer yang menyandi enzim merkuri reduktase yang terkait dengan NADPH. Enzim ini mereduksi ion merkuri yang bersifat racun Hg2+ menjadi ion Hg0 yang tidak berbahaya (Madigan, 2006 dalam Rondonuwu, 2012). Detoksifikasi merkuri oleh bakteri resisten merkuri terjadi karena bakteri resisten merkuri memiliki gen resisten merkuri, mer operon.

Pseudomonas maltophilia dapat mereduksi Cr6+ yang bersifat mobile dan toksik menjadi bentuk immobile dan nontoksik Cr3+ serta meminimumkan mobilitas ion toksik lainnya di lingkungan seperti Hg2+, Pb2+ dan Cd2+.Baca lebih lanjut.


Diajukan untuk Mengikuti Kompetisi

NATIONAL ESSAY COMPETITION
PEKAN TEKNOLOGI MINERAL
BALAI PENELITIAN TEKNOLOGI MINERAL- LIPI
2017

oleh : Tita Aulia Sulistia (Agronomi/2015/ UNIVERSITAS HASANUDDIN)

0 komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer